Suami Istri Shift Coverter

By | March 23, 2017

HTS dan LTS namanya.  Mirip memang penamaannya, sebab memang berasal dari kependekan dua frase yang juga mirip: High Temperatur shift dan Low Temperature Shift. Di ammonia plant, dua reactor ini adalah alat penting yang cukup popular hingga akan mudah untuk menemukannya. Dalam chemical plant, reactor sering kali menjadi alat utama.

Secara proses, letaknya juga berdekatan dan hanya terpisah oleh beberapa Heat Exchanger yang memang bertujuan untuk memastikan operational temperature sesuai namanya tersebut, bisa terpenuhi. Bagi anda yang menebak bahwa kedua alat ini memiliki fungsi yang sama, selamat, anda boleh senang sedikit. Sebab memang begitu lah adanya, meski tak begitu-begitu juga. Keduanya memang sama-sama berfungsi untuk mengonversikan CO menjadi CO2  tapi dengan operational temperature yang berbeda.  Dan di sinilah kemudian letak sedikit pembeda itu: punya fungsi yang sama tapi dengan peran yang berbeda. HTS, dengan operational temperature yang lebih tinggi, lebih difungsikan untuk memperoleh reaksi yang cepat  dengan beban yang lebih besar. Bagi anda yang pernah belajar kinetika reaksi, kecepatan reaksi memang fungsi dari temperature, hingga umumnya temperature lebih tinggi memberikan kecepatan reaksi yang lebih tinggi pula. Tapi, di kinetika reaksi juga kita pernah belajar, bahwa pada reaksi eksotermis,  kesetimbangan reaksi akan bergeser ke kanan pada temperature yang lebih rendah. Reaksi  CO plus H2O menjadi CO2 dan H2 ini adalah reaski eksotermis, maka hanya berharap kepada HTS untuk mencapai reaksi yang sempurna agaknya hanyalah angan-angan belaka. Maka diperlukanlah juga reactor dengan operational temperature yang lebih rendah untuk meneruskan reaksi tersebut menjadi lebih sempurna. Maka diperlukanlah LTS.

Mana yang lebih penting? Tidak! Tidak ada yang lebih penting dari sebuah kesatuan yang memilki tujuan yang sama meski perannya berbeda. HTS dan LTS sama pentingnya. Tidak optimalnya salah satu dari 2 alat tersebut akan sama-sama memberi efek yang kurang bagus untuk produksi ammonia.

Maka demikianlah mungkin sebuah persyerikatan, sisitem kerja, organisasi atau apalah itu yang melibatkan beberapa individu dengan tugas yang beda-beda tapi pada akhirnya mempunyai tujuan akhir yang sama. Pun juga dengan pernikahan. Boleh jadi, HTS ini suami, LTS adalah istri. Atau mungkin kebalikannya. Kesempurnaan -atau yang mendekati- hanya akan terwujud ketika satu sama lain berhenti untuk mempersoalkan mana yang lebih penting, mana yang lebih berjasa, atau mana yang lebih unggul, dan mulai saling mengisi untuk membentuk kolaborasi yang harmonic.

Cerita tentang HTS dan LTS ini, adalah cerita yang mungkin berserakan potretnya dalam kehidupan rumah tangga. Memasak tumis kangkung  mungkin salah satunya. Ada seorang suami yang tipe HTS dengan kecepatnnya, sedangkan istri tipe LTS dengan kesempurnaannya, dengan sentuhan-sentuhan khas wanita. Maka ketika si suami saja yang menumis kangkung, yang terjadi adalah proses memasak menjadi lebih singkat dan tumis kangkung lebih cepat terhidang. Tapi tak ada sentuhan-sentuhan kesempurnaan di sana: rasanya biasa-biasa saja, warna kangkungnya jelek mengusamkan warna hijau alaminya , potongan kangkungnya pun tak artistik dan asal potong. Sebaliknya, jika si istri yang memasak, kesempurnaan tadi lebih terdekati, tapi konsekuensinya perut menjadi kerongcongan sebab menjadi lama tumis kangkung itu tersaji.

Maka HTS dan LTS itu perlu kerja bareng. Maka suami dan istri itu memang untuk saling melengkapi. Maka memasak bareng antara suami dan istri itu boleh jadi adalah sebentuk contoh akselerasi yang menguatkan, yang  menyempurnakan, yang menyederhanakan, hingga tumis kangkung itu akan tersaji dalam tempo cepat dengan kualitas yang mengesankan. Si suami akan mengambil peran yang membutuhkan kecepatan, ketangkasan, atau hal lain yang tak banyak membutuhkan sentuhan estetika, hanya logika. Sedangkan sisanya, hal-hal lain yang sering kali terlepas dari urusan suami, akan menjadi bagian si istri. Macam membelah kangkung menjadi 2 bagian, macam memisahkan antara daun dan batang.

Gambaran itu mungkin tidak tepat benar, tapi saling mengisi itu lah yang menjadi titik tekannya. Seperti HTS, yang senantiasa berkolaborasi dengan LTS.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *